Bab 1 – PERUSAHAAN DAN RUANG LINGKUP EKONOMI

Dalam konteks pembicaraan umum, bisnis tidak lepas dari aktivitas produksi, pembelian, penjualan, maupun pertukaran barang dan jasa yang melibatkan orang atau perusahaan. Aktivitas dalam bisnis pada umumnya mempunyai tujuan menghasilkan laba untuk kelangsungan hidup serta mengumpulkan cukup dana bagi pelaksanaan kegiatan si pelaku bisnis atau bisnisman (businessman)itu sendiri. Dalam konteks yang lebih sempit, masyarakat awam seringkali menghubungkan bisnis dengan usaha, perusahaan, usahawan, atau orang yang bekerja dalam bisnis, serta orang yang menjalankan perusahaan atau industri komersial.

                Sedemikian eratnya kaitan bisnis dengan perusahaan sehingga berbicara tentang bisnis identik dengan berbicara tentang perusahaan. Dengan demikian, untuk memahami seluk beluk bisnis diperlukan pengetahuan, pemahaman, dan penguasaan ilmu ekonomi perusahaan serta konsep-konsep pokoknya, agar bisnis dapat dikelola sesuai sasaran. Meskipun demikian, pengetahuan, pemahaman dan penguasaan ilmu ekonomi perusahaan serta konsep-konsep pokok bisnis tersebut tidak menjamin keberhasilan bisnis yang dijalankan, bila tidak didukung kiat serta intuisi bisnis yang tepat.

                Sebagaimana disadari, perekonomian global telah mengalami perubahan radikal dalam dua dasawarsa terakhir ini. Ekonomi dunia secara keseluruhan sedang mengalami  perubahan pesat dengan adanya faktor-faktor yang mendasarinya. Faktor pertama, globalisasi, pertumbuhan perdagangan gobal, dan persaingan internasional yang eksplosif berdampak pada tidak adanya Negara yang dapat tetap terisolaso dari perekonomian dunia saat ini. Jika suatu Negara tetap berupaya menutup pasarnya dari persaingan asing, maka penduduknya akan membayar lebih mahal untuk barang domestic berkualitas rendah karena keterbatasan alternatif. Tapi, jika membuka pasarnya, Negara bersangkutan akan menghadapi persaingan ketat yang mau tidak mau memacu usaha domestiknya agar dikelola secara efisien dan efektif.  Faktor kedua adalah perubahan dan kemajuan teknologi yang sedemikan pesatnya. Beberapa ahli bahkan mengatakan bahwa sekarang ini penduduk dunia berada dalam tahap ‘post industrialization’ dengan perkembangan teknologi yang sangat dramatik. Apa yang dikatakan dalam penemuan baru dalan 2 atau 3 tahun yang lalu, sekarang mungkin dianggap ketinggala zaman. Sebagai contoh di Indonesia sekitar tahun 1960-an atau awal 1970-an, penggunaan mesin hitung mekanis masih dominan. Kemudian dikenal kalkulator elektronik yang masih sederhana. Sekarang kalkulator ilmiah makin menjamur, bahkan juga pemakaian komputer yag dari waktu ke waktu makin menampilkan dan menawarkan kecanggihan.

                Perkembangan internet dan bisnis yang menyertainya dalam beberapa tahun ini juga makin terasa dampaknya dalam aktivitas masyarakat keseharian. Kemudahan komunikasi yang disajikan memungkinkan perolehan informasi seketika. Belum lagi kegunaan-kegunaan lainnya.  Decade ini mnyajikan kemajuan luar biasa dalam ketersedian informasi, kecepatan komunikasi, bahan-bahan baru, kemajuan biogenetika, obat-obatan, serta keajaiban elektronik. Tiap orang akan menyaksikan banjir produk baru tanpa henti. Kemajuan teknologi komputasi, telepon, dan televise telah memberikan dampak besar terhadap cara perusahaan menghasilkan dan memasarkan produk mereka. Karena teknologi telah memberikan mereka makanan, pakaian, perumahan, kendaraan, dan hiburan baru yang lebih bervariasi, kehidupan manusia pun berubah drastis.

                Globalisasi dan teknologi telah mendorong seleksi alamiah yang mengarah pada ‘yang terkuat yang bertahan’. Keberhasilan pasar akan didapat oleh perusahaan yang mampu menyesuaikan diri dengan persyaratan lingkungan saat ini, yaitu mereka yang mampu memberikan apa yang siap dibeli orang. Baik individu, bisnis, kota, bahkan seluruh Negara harus menemukan cara menghasilakan nilai yang dapat dipasarkan (marketable value) yaitu barang dan jasa yang menarik minat beli orang.

                Sebagai dampak globalisasi dan perubahan teknologi, situasi pasar saat ini didorong kearah keadaan yang berbeda jauh sekali dibandingkan situasi pasar sebelumnya. Perubahan-perubahan tersebut tampak pada berbagai fenomena, antara lain:

  • Kekuasaan saat ini sudah beralih ke tangan konsumen
  • Skala produksi yang besar tidak lagi merupakan keharusan
  • Batasan-batasan Negara dan wilayah tidak lagi menjadi kendala
  • Teknologi dengan cepat dapat dikuasai dan ditiru
  • Setiap saat akan muncul pesaing-pesaing dengan biaya yang lebih murah
  • Meningkatnya kepekaan konsumen terhadap harga dan nilai

Situasi dan kondisi demikian memotivasi pelaku bisnis agar senantiasa mampu mengantisipasi pasar secara berkesinambungan. Untuk itulah, agar dapat bertahan, mereka perlu menganalisis pasar, mengenali peluang, memformulasikan strategi pemasaran, mengembangkan taktik dan tindakan spesifik, serta menyusun anggaran dan pelaporan kinerja. Perusahaan harus mampu memberikan apa yang diharapkan pelanggan dan menepati janji-janjinya secara konsisten. Dengan demikian, perencanaan bisnis yang benar-benar matang sangat diperlukan, sehingga bisnis dapat tumbuh berkembang dan dapat menghasilkan laba sebagaimana diharapkan. Perencanaan bisnis yang baik juga harus dapat secara jelas menggambarkan karakteristik bisni yang sedang atau aka dilaksanakan sehingga pihak-pihak yang tertarik dapat melihat secara transparan dan mengerti dengan jelas prospek perkembangannya dimasa yang akan datang. Perencanaan bisnis yang baik harus memuat asumsi-asumsi serta alasan yang dipergunakan sebagai dasar perhitungan, seperti dasar perhitungan besarnya permintaan dan proyeksi penjualan, perhitungan harga pokok penjualan, strategi-strategi yang akan dilakukan, serta berbagai strategi manajemen untuk pengembangan bisnis.

                Rencana bisnis yang disusun secara cermat akan sangat menolong saat pengambilan keputusan karena substansinya mencakup strategi, target, dan posisi bisnis di tengah-tengah persaingan yang ada. Agar semua tujuan tersebut tercapai, sangat diperlukan strategi untuk mencapai keunggulan bersaing. Keunggulan bersaing ini penting untuk diketahui dalam penyusunan perencanaan bisnis karena tidak lepas dari prinsip-prinsip ekonomi, yaitu bagaimana kegiatan operasional perusahaan dapat berjalan lancar dengan meminimalkan seluruh biaya yang ditimbulkan dan memaksimalkan keuntungan. Disamping itu juga perlu dilakukan berbagai upaya penyelarasan dengan prinsip-prinsip pemasaran modern, yaitu kepuasan konsumen (customer statisfaction) atau menyediakan barang dan jasa yang sesuai keinginan konsumen, kualitas yang diinginkan konsumen, harga yang kompetitif, layanan yang tepat waktu (just-in-time), serta memelihara kesetiaan pelanggan (customer loyalty).

                Berdasarkan uraian diatas dapat disimpulkan bahwa perencaan bisnis harus dibuat secara komprehensif, efisien, dan efektif agar dapat menjadi acuan bagi pelaku bisnis dalam dunia usaha yang sarat persaingan.

ILMU EKONOMI

Ilmu ekonomi adalah ilmu ang mempelajari aktivitas manusia dalam memenuhi kebutuhannya. Fokus utama dalam pembahasan ilmu ekonomi adalah hubungan antara keinginan manusia dengan faktor-faktor produksi. Masalah pokok dalam perekonomian timbul karena adanya scarcity (kelangkaan atau kekurangan) akibat ketidakseimbangan antara keinganan masyarakat dan faktor-faktor produksi yang tersedia. Keinginan masyarakat untuk memperoleh dan mengkonsumsi barang dan jasa dapat dibedakan menjadi dua, yaitu keinginan disertai dengan kemampuan membeli barang/jasa yang diinginkan dan keinginan yang tidak disertai dengan kemampuan membeli. Keinginan yang disertai kemampuan membeli dinamakan permintaan efektif.

                Keinginan manusia tidak terbatas, sedangkan faktor-faktor produksi yang dapat digunakan untuk memproduksi barang dan jasa yang dibutuhkan itu terbatas, baik dalam jumlah maupun mutunya. Dengan demikian manusia tidak dapat memperoleh dan menikmati semua barang dan jasa yang mereka inginkan, karena adanya ketidakseimbangan barang tersebut. Disamping keterbatasan faktor-faktor produksi yang ada, terkadang keinginan masyarakat tidak disertai dengan kemampuan untuk membeli. Manusia lalu berusaha menggunakan faktor-faktor produksi tersebut sedimikian rupa, agar mereka dapat memenuhi sebanyak mungkin keinginan. Semua kegiatan manusia (perseorangan, perusahaan, dan masyarakat) untuk memproduksi maupun mengkonsumsi barang dan jasa dengan tujuan untuk memenuhi segala keinginan yang tidak terbatas di tengah sumber daya yang serba terbatas dinamakan aktivitas ekonomi; sedangkan perlaku dalam memilih kombinasi dari kemungkinan-kemungkinan yang tersedia disebut perilaku ekonomi (problem of choice).

                Upaya mengatur pemenuhan keinginan, menghendaki seseorang, perusahaan, atau masyarakat untuk membuat keputusan tentang cara terbaik dalam melakukan kegiatan ekonomi. Pembuatan keputusan ekonomi tersebut dimunkinkan karena tersedianya alternatif dalam melakukan kegiatan ekonomi. Dan uraian sebelumnya dapat disimpulkan bahwa analisis ekonomi pada hakikatnya bertujuan untuk menjawab pertanyaan bagaimana menggunakan faktor-faktor produksi atau pendapatan tertentu agar memberikan kepuasan dan kemakmuran maksimum kepada individu dan masyarakat?

                Dalam kenyataannya ada 3 persoalan yang dihadapi dalam setiap perekonomian, yaitu :

  1. Barang dan jasa apa yang harus diproduksi (what)?
  2. Bagaimana memproduksi barang dan jasa tersebut (how)?
  3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut diproduksi (for whom)?

Permasalahan pertama (what), berkaitan dengan barang dan jasa apa yang harus dibuat, berapa banyaknya, kapan akan diproduksi,juga ukuran dari barang dan jasa itu. Permasalah pertama ini merupakan  akibat dari ketidakmampuan faktor-faktor produksi yang tersedia untuk menghasilkan semua barang dan jasa yang diinginkan masyarakat. Karena itu masyarakat harus melakukan pilihan.

                Permasalahan kedua (how) berkaitan dengan siapa yang akan memproduksi, gabungan faktor-faktor produksi mana, serta teknik produksi apa yang dapat digunakan untuk menghasilkan produk yang diinginkan. Permasalahan ketiga (for whom) berkaitan dengan siapa yang akan menikmati maupun memperoleh manfaat dari barang dan jasa yang dihasilkan serta bagaimana pendistribusian produk-produk yang dibuat.

                Ketiga masalah ini sangat mendasar dan umum terjadi pada semua corak perekonomian, tetapi berbedanya sistem perekonomian pasar akan menimbulkan perbedaan dalam cara pemecahannya. Kenyataan menunjukkan tidak satu orang pun atau satu organisasi pun dalam perekonomian pasara yang mampu bertanggung jawab mengatasi masalah dasar tersebut sendirian. Yang mampu menjawab tiga masalah dasar tersebut adalah jutaan unit usaha dan konsumen yang terlibat dalam proses perdagangan. Segenap tindakan dan tujuan mereka terkordinir oleh mekanisme sistem harga dan pasar.

PERUSAHAAN

Perusahaan adalah suatu unit kegiatan yang melakukan aktivitas pengolahan faktor-faktor produksi, untuk menyediakan barang-barag dan jasa bagi masyarakat, mendistribusikannya, serta melakukan upaya-upaya lain dengan tujuan memperoleh keuntungan dan memuaskan kebutuhan masyarakat.

                Menurut UU No.8 TAHUN 1997, PASAL 1 (1), Perusahaan adalah setiap bentuk usaha yang melakukan kegiatan secara tetap dan terus-menerus dengan memperoleh keuntungan dan atau laba bersih, baik yang diselenggarakan oleh orang perorangan maupun badan usaha yang berbentuk badan hukum atau bukan badan hukum, yang didirikan dan berkedudukan dalam wilayah negara RI.

Setiap perusahaan senantiasa mempunyai cita-cita ideal yang hendak dicapai. Cita-cita tersebut akan diperjuangkan agar “jati diri”nya jelas, yakni citra nilai dan kepercayaan perusahaan. Citra nilai dan kepercayaan ini disebut Visi perusahaan.

Dengan kata lain, visi merupakan wawasan luas ke masa depan dari manajemen dan merupakan kondisi ideal yang hendak dicapai oleh perusahaan di masa yang akan datang. Visi memberikan arah dan ide actual kepada manajemen dalam proses pembuatan keputusan, agar setiap tindakan yang akan dilakukan senantiasa berlandaskan pada visi perusahaan dan memungkinkan untuk mewujudkannya. Selanjutnya untuk menghayati visi, diperlukan tatanan nilai dan kepercayaan perusahaan yang bisa menjadi “pernyataan usaha” dari perusahaan, pernyataan usaha disebut Misi perusahaan. Misi bermanfaat untuk memberikan pedoman kepada manajemen dalam memutuskan kegiatannya. Visi,misi, sasaran (goals), dan tujuan(objectives) mempunyai arti yang berbeda.

 

  • Visi

-          Diciptakan melalui pemufakatan/consensus

-          Memberikan pandangan atas sesuatu yang terbaik di masa yang akan datang

-          Mempengaruhi orang-orang untuk menuju ke misi

-          Tanpa keterbatasan dimensi waktu

  • Misi

-          Mengejawantahkan alasan dan keberadaan perusahaan

-          Tidak selalu mencerminkan suatu kinerja, kendati ada dasar pengalokasian sumber daya dan penetapan tujuan

-          Tanpa dimensi waktu atau tolak ukur tertentu

-          Mengejawantahkan kegiatan usaha yang sedang dilakukan dan yang akan diupayakan, baik menyangkut produk, konsumen, maupun pasar sasaran.

Dari karakteristik di atas bisa disimpulkan bahwa misi merupakan implementasi visi. Adakalanya visi dan misi sulit dibedakan. Keduanya terkadang terdapat dalam suatu pernyataan. Misalnya, pernyataan Undang-Undang pendirian (Bank pemerintah, BUMN), bisa dianggap mengandung suatu unsure visi dan misi. Tapi, seiring dengan perkembangan wawasan perusahaan dan dunia usaha, sudah banyak perusahaan yang memisahkan visi dari misi. Hanya saja, sebenarnya belum ada standar untuk pemisahan tersebut.

Selain Visi dan Misi, suatu perusahaan harus mempunyai Tujuan (objectives) dan Sasaran (goals). Tujuan merupakan pernyataan tentang keinginan yang akan dijadikan pedoman bagi manajemen puncak perusahaan untuk meraih hasil tertentu atas kegiatan yang dilakukan dengan dimensi waktu tertentu. Tujuan (objectives) diasumsikan berbeda dengan Sasaran (goals). Tujuan mempunyai target-target tertentu untuk dicapai dalam jangka waktu tertentu. Sedang sasaran adalah pernyataan yang ditetapkan oleh manajemen puncak untuk menentukan arah perusahaan dalam jangka waktu panjang.

Karakteristik Tujuan :

  • Sesuai, tujuan selaras dengan visi dan misi.
  • Berdimensi waktu, tujuan harus konkret dan bisa diantisipasi kapan terjadinya.
  • Layak, tujuan hendaknya merupakan suatu tekad yang bisa diwujudkan.
  • Fleksibel, tujuan senantiasa bisa disesuaikan atau peka terhadap perubahan situasi dan kondisi.
  • Mudah dipahami.

Karakteristik Sasaran :

  • Merupakan citra ideal yang hendak dicapai di masa mendatang tanpa dimensi waktu spesifik.
  • Mengarahkan pembuatan keputusan dan kegiatan konkret yang rasional dalam aktivitas keseharian
  • Tidak harus dikaitkan dengan kinerja yang bisa dikuantifikasi.

TEMPAT KEDUDUKAN DAN LETAK PERUSAHAAN

Tempat dan letak perusahaan merupakan salah satu faktor pendukung penting yang dapat menjamin tercapainya tujuan perusahaan. Ketepatan pemilihan letak dan tempat perusahaan akan memberikan bantuan yang sangat berharga, baik dalam kaitannya dengan kemudahan-kemudahan yang diberika maupun dalam kaitannya dengan efesiensi biaya produksi. Dengan demikian, letak dan tempat kedudukan perusahaan harus diputuskan dengan hati-hati atas dasar fakta yang lengkap, ditinjau dari aspek ekonomi maupun aspek teknis. Disamping pertimbangan terhadap kebutuhan pada saat pendirian, pemilihan letak dan tempat kedudukan perusahaan harus pula mempertimbangkan fleksibilitasnya terhadap kemungkinan rencana di masa depan dalam hal perluasan pabrik, diversifikasi produksi, daerah pemasaran hasil produksi, perubahan dan perluasan bahan baku, dan sebagainya.

Tempat kedudukan perusahaan adalah kantor pusat perusahaan tersebut. Tempat kedudukan perusahaan pada umumnya dipengaruhi oleh faktor kelancaran hubungan dengan lembaga-lembaga lai, seperti lembaga pemerintahan, lembaga keuangan, pelanggan, dan sebagainya.

Letak perusahaan adalah tempat perusahaan melakukakn kegiatan fisik/pabrik. Letak perusahaan dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi dan merupakan salah satu faktor penting yang menunjang efisiensi perusahaan terutama dalam kaitannya dengan biaya.

Letak perusahaan dapat dibedakan menjadi empat, yaitu:

  1. Terikat keadaan alam, pada umumnya karena ketersediaan dan kemudahan bahan baku.
  2. Terikat sejarah, perusahaan menjalankan aktivitasnya di suatu daerah tertentu karena alasan hanya dapat dijelaskan berdasarkan sejarah.
  3. Terikat oleh pemerintah, letak perusahaan ditentukan oleh pemerintah atas dasar pertimbangan keamanan, politik, kesehatan, dan sebagainya.
  4. Dipengaruhi oleh faktor-faktor ekonomi, kedekatan dan ketersedian bahan mentah, ketersediaan tenaga kerja, ketersedian modal, dan lain-lain.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

KESIMPULAN :

Menurut saya perusahaan adalah sutu organisasi dimana sumber daya (input) dasar seperti bahan dan tenaga kerja dikelola serta diproses untuk menghasilkan barang atau jasa (output) kepada pelanggan. Hampir di semua perusahaan mempunyai tujuan yang sama, yaitu memaksimalkan laba. Jenis perusahaan dibedakan menjadi tiga, yaotu: perusahaan manufaktur, perusahaan dagang, dan perusahaan jasa. Sedangkan bentuk dari perusahaan itu sendiri dibedakan menjadi: perusahaan perseorangan dan persekutuan (perseroan).

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

DAFTAR PUSTAKA

Fuad, M. dkk. 2009. Jakarta: Pengantar Bisnis

http://carapedia.com/pengertian_definisi_perusahaan_info2035.html

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s